Skip navigation

MENSTABILKAN gula darah khususnya bagi penderita diabetes, bisa dilakukan dengan nasi dari beras taj mahal yang kandungan gulanya nol persen dan sama sekali tidak mengandung kanji. Penderita dapat mengkonsumsinya sampai kenyang atau bahkan tanpa ditakar sekalipun.

Bagi penderita diabetes merasakan sering pusing, letih. lesu, kantuk, dan di malam hari kencing terus, akan merasakan perbedaannya setelah mengkonsumsi selama satu bulan. Bahan makanan ini, lain dengan beras biasa. Keberadaanya sebagai makanan kesehatan telah diuji dan hasilnya sangat bagus buat penderita diabetes. Terbukti memperoleh pengakuan dan penghargaan dari Diabetes International Australia.

Rekomendasi dari Food Assosiation Organization (FOA) yang disampaikan oleh Prof Dr S Kannaiyan, juga menyebutkan, bahwa beras tersebut sebagai bahan pokok makanan kesehatan baik dikonsumsi sebagai terapi penyembuhan penyakit. Untuk itu, kata Prof Dr S Kannaiyan, para penderita diabetes mellitus dapat mengkonsumsi sekenyang-kenyangnya.

Meski beras yang satu ini harus didatangkan dari India (karena tidak bisa ditanaman di Indonesia), namun mudah didapatkan di apotek, supermarket, dan toko buah. Penjualannya dalam bentuk kemasan kantong plastik rapat sehingga bisa disimpan lama.

Para konsumen yang telah menikmati nasi taj mahal selama satu bulan, merasakan khasiatnya. Dan, tidak ragu-ragu untuk memberi kesaksian atas perbedaan pada kesehatannya. Seperti kata Ny Asih Parptomo (57), penderita diabetes mellitus, asal Malang. Sebelum mengkonsumsi beras tersebut, meski sudah diobati kemana-mana, gula darahnya naik turun. Setiap hari merasa lesu dan kantuk, serta setiap malam kencing lebih dari delapan kali.

”Setelah sebulan makan nasi dari beras taj mahal, hasil tes di laborat menunjukan gula darah turun dan stabil. Rasanya badan menjadi semakin enak, dan malam hari tidak lagi kencing terus-terusan,” tutur Ny Asih yang menambahkan berat badannya yang dulu turun hingga 12 kg, kini sudah mulai naik sedikit demi sedikit.

Kalangan Tertentu

Beras yang hanya dapat diproduksi di India itu, diharapkan selalu bisa diperoleh di apotek, supermarket, dan toko buah. Bahkan rumah sakit yang menggunakan beras tersebut sebagai terapi pasaiennya, secara tertulis menyampaiakan permohonan kepada pemerintah agar beras taj mahal bisa diimpor secara lancar. Diantarnya Klinik Anako, RSCM Jakarta, RS Puri Cimere, RS Kebayoran, dan RS Panti Wilasa Semarang.

Harga resmi yang dijual di pasaran, Rp 87 ribu untuk setiap kemasan kantong plastik rapat, berisi delapan kilogram. Konsumen penggunanya kebanyakan mereka yang menderita diabetes mellitus, dan selebritis yang menginginkan tetap sehat serta cantik. Beras ini juga bisa menurunkan berat badan tanpa efek pada kesehatan dan keberadaanya sebagai makanan kesehatan benar-benar menyehatkan dan membuat kulit menjadi halus dan cantik.

sumber: suara merdeka49505_dscf0129copy

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: